TVRINews, Tolikara
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang diduga dipimpin Ternus Enumbi setelah terjadi penembakan terhadap anggota Polsek Ilu di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.
Dalam insiden tersebut, Bripda Jhon Galu Situmorang mengalami luka tembak. Penembakan terjadi saat rombongan patroli Polsek Ilu melintas di Jalan Poros Puncak Jaya–Tolikara, tepatnya di sekitar Jembatan Kuari, Kampung Umage, Distrik Umage.
Rombongan patroli diduga diserang secara tiba-tiba oleh kelompok bersenjata. Setelah melakukan penembakan, para pelaku melarikan diri menuju kawasan hutan.
Satgas Operasi Damai Cartenz kemudian mengerahkan personel untuk melakukan pengejaran dan menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur pelarian kelompok tersebut.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan aparat kini memperketat pengamanan di wilayah Tolikara untuk mencegah aksi lanjutan.

“Personel telah dikerahkan untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam penembakan. Pengamanan dan patroli juga kami tingkatkan untuk mengantisipasi adanya aksi susulan,” ujar Yusuf.
Yusuf mengatakan insiden penembakan terhadap anggota Polsek Ilu bukan merupakan kejadian pertama yang terjadi di wilayah Tolikara dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam kurun sekitar satu bulan, tercatat dua aksi penembakan yang diduga melibatkan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
Sebelumnya, kelompok bersenjata juga diduga menyerang pekerja proyek pembangunan jalan. Dalam peristiwa tersebut, lima pekerja dilaporkan meninggal dunia.
“Rangkaian kejadian ini menjadi perhatian kami. Aparat terus melakukan langkah-langkah untuk memastikan keamanan masyarakat dan mencegah kelompok bersenjata kembali melakukan aksi,” kata Yusuf.
Sementara itu, Bripda Jhon Galu Situmorang masih menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Kotaraja, Jayapura.
Polri memastikan anggota yang mengalami luka tembak tersebut mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Satgas Damai Cartenz bersama unsur keamanan lainnya juga terus melakukan pemantauan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan.
Aparat mengimbau masyarakat tetap tenang dan melaporkan kepada petugas apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan.
Yusuf menegaskan pengejaran terhadap kelompok bersenjata akan terus dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan personel dan masyarakat.
“Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap pelaku. Di saat yang sama, keselamatan masyarakat menjadi prioritas dalam setiap langkah yang dilakukan di lapangan,” pungkasnya.










